Dedikasi bagi :
Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Angkatan 2009 Kelas C
"Jenius adalah 1% ilham dan 99% ketekunan" (Thomas Alfa Edison)
Menurut Marks (Made Pidarta, 2009:84)
- Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua, dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan kompeten lainnya
- Memantau penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar
- Merencanakan program pendidikan untuk generasi selanjutnya
- Mengembangkan program baru untuk jabatan baru yang diperkirakan dapat muncul
- Mengintegrasikan program yang diajukan pemerintah, ekonomi, perdagangan, dan industri
- Menilai dan meningkatkan pengertian gaya hidup
- memilih inovasi yang konsisten dengan masa depan
Made Pidarta mengingatkan agar supervisor tetap mengembangkan profesi guru dengan tidak mengabaikan politik negara supaya tetap profesional. Jangan semata-mata memandang politik negara saja, karena nanti supervisor, kepala sekolah dan guru hanya akan menjadi alat negara sehingga profesionalitas mereka akan hilang dan tidak ahli lagi di bidangnya. (2009:84)
Supervisi : Kontekstual ditinjau dari Variabel Antara
Jika semula supervisi adalah proses yang mengenal variabel masukan (kemampuan guru atau kemampuan dasar kepala sekolah) sebagai kemampuan awal serta variabel kesuksesan pendidikan (keberhasilan proses pendidikan semata-mata bergantung pada nilai kognitif).
Dalam Made Pidarta (2009:79) Sergiovanni mengungkapkan konsep supervisi yang menarik. Konsep supervisi tersebut menggunakan Konsep variabel perantara, yaitu variabel awal tentang muatan aturan-aturan sekolah dan supervisi yang perlu dilakukan, sementara dalam variabel kesuksesan yang memuat kondisi sekolah, kondisi guru, dan hasil yang ingin dicapai.
Namun yang disebut variabel antara itu adalah variabel yang terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan yang dinamakan layanan afeksi. Karena terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan, makanya dinamakan variabel antara. Layanan afeksi ini tidak ada dalam konsep supervisi tradisional.
Tulisan selanjutnya
Apa itu ilmu pengetahuan ? Apa beda ilmu dengan pengetahuan ?
Karena ilmu pengetahuan melahirkan keyakinan filosofis yaitu yang disebut sebagai asumsi, postulat, aksioma.
Filsafat ilmu adalah hal yang mendasari atau makna yang terkandung dalam sebuah ilmu. Pemahaman akan filsafat ilmu disebut epistemologis. Filsafat adalah suatu wacana atau argumentasi mengenai segala hal yang bersifat universal yang dilakukan secara reflektif hingga sampai pada akar masalah yaitu suatu konsekuensi radikal, terakhir, dan sistematis guna mencapai suatu hakikat permasalahan.
Bagian yang dibicarakan dalam filsafat ilmu mengenai ilmu pengetahuan dan kebenaran. Craig (2005) melihat epistemologi adalah inti dari permasalahan filsafat mengenai hakikat, sumber, batas-batas ilmu pengetahuan. Artinya bahwa pengetahuan adalah keyakinan akan kebenaran, tetapi bukan semata-mata keyakinan yang benar. Misalnya keyakinan yang benar berdasarkan terkaan, tidak termasuk pengetahuan.
bagian utama permasalahan filsafat
Administrasi berasal dari Bahasa Latin Administrare yang berarti membantu atau melayani. Dalam arti sempit sebagai keseluruhan pencatatan secara tertulis dan penyusunan sistematis dari keterangan-keterangan yang ada agar mempermudah memperoleh ikhtisar keterangan. Kegiatan dalam hal ini yaitu serangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap kerja sama.
Dalam arti luas, administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam rangka mencapaiu tujuan secara efektif dan efisien. Dengan tiga ciri pokok :
- Administrasi merupakan proses yang berarti terdiri atas serangkaian kegiatan, yang dimulai sejak adanya dua orang atau lebih bersepakat melakukan kerjsama dalam bidang tertentu. Dalam hal ini adalah bidang pendidikan mengelola sekolah dan segala aspek lainnya.
- Terdapat dua orang atau lebih yang bekerja sama.
- Setiap kerjasama dalam adminsitrasi dilakukan dalam rangka mencapai tujuan dan efisiensi. Tujuan itu ditetapkan sebelumnya berdasar kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang bekerja sama.
Berikut beberapa artikel menarik yang ada kaitannya dengan kegiatan perkuliahan kelas C di semester pertama tahun 2009/2010 ini :
Artikel Prof. Dr. Ibrahim Bafadal tentang Supervisi Pendidikan
Alamat Lain
Artikel menarik tentang Kepala Sekolah
Tulisan Guru Gelisah : Jabatan Kepala Sekolah
Sebagai perbandingan bahan kajian terhadap Model Sekolah silakan klik link ini Sekolah Model
Di setiap kegiatan proses pembelajara, guru sering menghadapi perilaku siswa yang bermasalah.
Sebab-sebab siswa bermasalah :
- Masalah yang bersumber dari diri siswa.
- Bersumber dari pengaruh teman.
- Bersumber dari sekolah (tuntutan sekolah seperti membeli pakaian seragam, terlambat membayar uang sekolah, tuntutan membeli buku, tagihan keuangan kepada siswa).
- Bersumber pada guru (cara guru mengajar yang tidak menyenangkan menimbulkan penolakan siswa terhadap guru).
- Sebab yang bersumber dari lingkungan sekitar siswa.
- Bersumber dari masyarakat (kerusuhan, penjarahan, perkelahian antar siswa antar sekolah).
Usaha-usaha mengatasi masalah yang dilakukan oleh supervisor :
- analisis terhadap sikap guru
- analisis terhadap gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa
- analisis lingkungan kelas
- analisis kurikulum yang bersyarat dan padat
- analisis sikap guru dalam cara mengajar
Masalah-masalah khusus yang dihadapi guru :
- kesulitan mengajar mata pelajaran yang diampunya.
- masalah pribadi yang berpengaruh pada semangat kerja. (diperlukan ketenangan kerja)
- masalah yang terjadi pada tiap jenjang pendidikan seperti PAUD (TK), SD, SMP, SMA,
Keterampilan dasar seorang supervisor
menurut Kimball Wiles, 1955) dalam Piet Sahertian (2008:18)
- keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan.
- Keterampilan dalam proses kelompok.
- Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan.
- Keterampilan dan mengatur personalia sekolah.
- Keterampilan dalam evaluasi.
Secara tradisional konsep supervisi adalah pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan menemukan kesalahn dengan tujuan untuk diperbaiki. Supervisi dengan konsep ini dsebut snooper vision atau tugas memata-matai untuk menemukan kesalahan. Konsep supervisi ini membuat guru-guru menjadi takut dan enggan menolak kerja sama karena dianggap dapat dipersalahkan.
Berkembanglah konsep supervisi ilmiah, yaitu :
- Sistematis (dilaksanakan secara teratur, berencana, dan terus-menerus).
- Obyektif (data yang didapat berdasarkan observasi nyata bukan berdasarkan tafsiran pribadi yang bersifat subyektif).
- Menggunakan instrumen pencatat yang reliabel untuk memberikan informasi sebagai umpan baol atas penilaian terhadap proses pembelajaran di kelas.
Menurut Adams dan Dickey (1959) dalam Basic Principle of Supervision, supervisi adalah program berencana untuk memperbaiki pengajaran yang pada hakikatnya adalah perbaikan belajar dan mengajar.
Dalam Dictionary of Education oleh Good Carter (1959) pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru maupun petugas-petugas lain untuk memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, metode dan evaluasi pengajaran yang demokratis.
Menurut Boardman (1953), supervisi adalah usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah secara individual maupun secara kolektif agar dicapai fungsi pengajaran secara lebih paham dan efektif. Dengan demikian guru-guru dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan peserta didik secara kontinu dan lebih kompeten berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.
Para pemimpin memobilisasi orang lain agar mau mengerjakan hal-hal luar biasa dalam organisasi. Praktik-praktik yang biasanya digunakan para pemimpin untuk mentransformasikan nilai-nilai menjadi tindakan, visi menjadi realitas, rintangan menjadi inovasi, perbedaan menjadi solidaritas, dan risiko menjadi penghargaan. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menciptakan suasana baru dimana orang-orang mengubah peluang yang menantang menjadi sebuah keberhasilan yang luar biasa.
bagian dari Makalah Filsafat Ilmu Kelompok 5
Definisi Pengetahuan
Secara etimologis pengetahuan berasal dari kata Knowledge. Dalam encyclopedia of philosohpy, Paul Edwards menuliskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).
Secara terminologis pengetahuan didefisinisikan sebagai berikut :
Menurut Drs. Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu adalah hasil dari kenal, sadar dan insyaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan adalah semua milik atau isi pikiran. Maka pengetahuan merupakan hasil proses usaha manusia untuk tahu.
Menurut Kamus Filsafat dijelaskan bahwa, pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadaran sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui adalah (subyek) memiliki yang diketahui di dalam dirinya sendiri dengan aktif (obyek) sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif (Loren Bagus).
Pengetahuan dalam arti luas berarti semua kehadiran internasional obyek dan subyek. Dalam arti sempit, yang berbeda dengan imajinasi atau pemikiran, pengetahuan berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran, kepastian).