Skip to content

Supervisi Kontekstual : Variabel Antara

2010 January 1

Supervisi : Kontekstual ditinjau dari Variabel Antara

Jika semula supervisi adalah proses yang mengenal variabel masukan (kemampuan guru atau kemampuan dasar kepala sekolah) sebagai kemampuan awal serta variabel kesuksesan pendidikan (keberhasilan proses pendidikan semata-mata bergantung pada nilai kognitif).

Dalam Made Pidarta (2009:79) Sergiovanni mengungkapkan konsep supervisi yang menarik. Konsep supervisi tersebut menggunakan Konsep variabel perantara, yaitu variabel awal tentang muatan aturan-aturan sekolah dan supervisi yang perlu dilakukan, sementara dalam variabel kesuksesan yang memuat kondisi sekolah, kondisi guru, dan hasil yang ingin dicapai.

Namun yang disebut variabel antara itu adalah variabel yang terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan yang dinamakan layanan afeksi. Karena terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan, makanya dinamakan variabel antara. Layanan afeksi ini tidak ada dalam konsep supervisi tradisional.

Variabel-variabel yang disupervisi :
Variabel awal :

  • Supervisor sebagai pemegang referensi untuk rekan-rekannya , para guru, dan personalia lainnya.
  • Pola-pola perilaku administrasi dan supervisi.
  • Elemen-elemen struktur organisasi
  • Sistem otoritas sekolah
  • Tujuan sekolah
  • Pola mencapai tujuan sekolah.

Variabel perantara :

  • Sikap guru dan personalia terhadap jabatan dan relasi antar jabatan mereka
  • kepuasan bekerja
  • komitmen staf terhadap tujuan sekolah
  • gambaran tujuan sekolah yang dimiliki oleh guru-guru
  • kesetiaan guru-guru
  • kepercayaan dan keakraban antar personalia sekolah
  • kemauan mengontrol pekerjaan sendiri
  • fasilitas untuk berkomunikasi.

Variebal kesuksesan sekolah :

  • Kinerja guru dan personalia sekolah lainnya
  • Kinerja para siswa
  • Perkembangan dan pertumbuhan para siswa
  • Peningkatan organisasi personalia sekolah
  • Presensi dan absensi staf
  • Absensi dan dropout siswa
  • Kualitas hubungan sekolah dengan masyarakat
  • Kualitas hubungan personalia sekolah.

Selain itu konsep supervisi harus kontinu dan komprehensif.
Artinya konsep supervisi mulai jenjang PAUD hingga sekolah menengah atas di suatu wilayah atau daerah tertentu berlangsung sama atau searah. Dengan bentuk dan isi supervisi yang tidak boleh berbeda. Kesamaan ini untuk menjamin kontinuitas kurikulum sekolah mulai dari PAUD hingga sekolah menengah atas selain itu memudahkan para peserta didik mengembangkan diri melalui kurikulum, juga memudahkan guru membina para peserta didik.

Selain itu komprehensivitas supervisi ditujukan pada personalia sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya hingga tenaga administrasi sekolah agar aktivitasnya dikoordinasi guna memperbaiki aspek-aspek belajar siswa sehingga semua perhatian personalia sekolah tertuju tepat pada pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan.

Supervisi komprehensif yang bergantung pada wilayah dan daerah tertentu, mengingat kondisi wilayah atau daerah di Indonesia yang beragam dan variatif maka perlu disesuaikan dengan kondisi setempat selain bergantung pada sifat desentralisasi daerah tertentu tersebut. Daerah yang lebih maju sangat mungkin membutuhkan penanganan pendidikan dari wilayah atau daerah yang masih berkembang.

Kesimpulan akhir dari konsep variabel perantara ini bertujuan mewujudkan supervisi kontekstual yang bergantung dari kondisi wilayah atau daerah tertentu, bergantung dari perhatian personalia pendidikan setempat, bergantung pada karakteristik peserta didik di wilayah setempat sehingga diperoleh pendekatan komprehensif pula yakni :

  1. pendekatan humanisme di samping akuntabilitas
  2. hubungan relasi yang harmonis
  3. bersifat dinamis
  4. menggunakan metode intelegensi praktis
  5. mengedepankan variabel antara (layanan afeksi)
  6. bersifat komprehensif dan menyesuaikan kondisi ketempatan.

Sumber : Made Pidarta, 2009, Supervisi Pendidikan Kontekstual.

2,703 Responses
  1. January 20, 2012

    great stuff =) really enjoyed this post, i’ll read more on the website after i am finished with my work! :)

  2. January 20, 2012

    Sorry for the huge review, but I’m really loving the new Zune, and hope this, as well as the excellent reviews some other people have written, will help you decide if it’s the right choice for you.

  3. January 21, 2012

    Heya this is a good article. I¡¯m going to email this to my associates. I stumbled on this while browsing on aol I¡¯ll be sure to come back. thanks for sharing.

Comments are closed.