<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Kelas C Angkatan 2009</title>
	<atom:link href="http://kelascmpd.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kelascmpd.blog.com</link>
	<description>Magister Manajemen Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jan 2010 04:06:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2-bleeding</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://kelascmpd.blog.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fungsi Supervisor</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/fungsi-supervisor/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/fungsi-supervisor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 03:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi-supervisor]]></category>
		<category><![CDATA[made pidarta]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mata-kuliah-supervisi-pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengawas sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi-konstekstual]]></category>
		<category><![CDATA[supervisor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Marks (Made Pidarta, 2009:84) Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua, dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan kompeten lainnya Memantau penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar Merencanakan program pendidikan untuk generasi selanjutnya Mengembangkan program baru untuk jabatan baru yang diperkirakan dapat muncul Mengintegrasikan program yang diajukan pemerintah, ekonomi, perdagangan, dan industri Menilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Marks (Made Pidarta, 2009:84)</p>
<ul>
<li>Sebagai perantara dalam menyampaikan minat para siswa, orang tua, dan program sekolah kepada pemerintah dan badan-badan kompeten lainnya</li>
<li>Memantau penggunaan dan hasil-hasil sumber belajar</li>
<li>Merencanakan program pendidikan untuk generasi selanjutnya</li>
<li>Mengembangkan program baru untuk jabatan baru yang diperkirakan dapat muncul</li>
<li>Mengintegrasikan program yang diajukan pemerintah, ekonomi, perdagangan, dan industri</li>
<li>Menilai dan meningkatkan pengertian gaya hidup</li>
<li>memilih inovasi yang konsisten dengan masa depan</li>
</ul>
<p>Made Pidarta mengingatkan agar supervisor tetap mengembangkan profesi guru dengan tidak mengabaikan politik negara supaya tetap profesional. Jangan semata-mata memandang politik negara saja, karena nanti supervisor, kepala sekolah dan guru hanya akan menjadi alat negara sehingga profesionalitas mereka akan hilang dan tidak ahli lagi di bidangnya. (2009:84)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/fungsi-supervisor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2754</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supervisi Kontekstual : Variabel Antara</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/supervisi-kontekstual-variabel-antara/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/supervisi-kontekstual-variabel-antara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 02:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[bahan-kuliah-manajemen-pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dasar-dasar supervisi]]></category>
		<category><![CDATA[konsep-supervisi]]></category>
		<category><![CDATA[kontekstual]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[matakuliah supervisi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sergiovanni]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Supervisi : Kontekstual ditinjau dari Variabel Antara Jika semula supervisi adalah proses yang mengenal variabel masukan (kemampuan guru atau kemampuan dasar kepala sekolah) sebagai kemampuan awal serta variabel kesuksesan pendidikan (keberhasilan proses pendidikan semata-mata bergantung pada nilai kognitif). Dalam Made Pidarta (2009:79) Sergiovanni mengungkapkan konsep supervisi yang menarik. Konsep supervisi tersebut menggunakan Konsep variabel perantara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Supervisi : Kontekstual ditinjau dari Variabel Antara</p>
<p>Jika semula supervisi adalah proses yang mengenal variabel masukan (kemampuan guru atau kemampuan dasar kepala sekolah) sebagai kemampuan awal serta variabel kesuksesan pendidikan (keberhasilan proses pendidikan semata-mata bergantung pada nilai kognitif).
<p>
Dalam Made Pidarta (2009:79) <strong>Sergiovanni </strong>mengungkapkan konsep supervisi yang menarik. Konsep supervisi tersebut menggunakan Konsep variabel perantara, yaitu variabel awal tentang muatan aturan-aturan sekolah dan supervisi yang perlu dilakukan, sementara dalam variabel kesuksesan yang memuat kondisi sekolah, kondisi guru, dan hasil yang ingin dicapai.
<p>
Namun yang disebut variabel antara itu adalah variabel yang terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan yang dinamakan layanan afeksi. Karena terletak di antara variabel awal dan variabel kesuksesan, makanya dinamakan variabel antara. Layanan afeksi ini tidak ada dalam konsep supervisi tradisional.<br />
<span id="more-167"></span><br />
Variabel-variabel yang disupervisi :<br />
<strong>Variabel awal : </strong></p>
<ul>
<li>Supervisor sebagai pemegang referensi untuk rekan-rekannya , para guru, dan personalia lainnya.</li>
<li>Pola-pola perilaku administrasi dan supervisi.</li>
<li>Elemen-elemen struktur organisasi</li>
<li>Sistem otoritas sekolah</li>
<li>Tujuan sekolah</li>
<li>Pola mencapai tujuan sekolah.</li>
</ul>
<p><strong>Variabel perantara : </strong></p>
<ul>
<li>Sikap guru dan personalia terhadap jabatan dan relasi antar jabatan mereka</li>
<li>kepuasan bekerja</li>
<li>komitmen staf terhadap tujuan sekolah</li>
<li>gambaran tujuan sekolah yang dimiliki oleh guru-guru</li>
<li>kesetiaan guru-guru</li>
<li>kepercayaan dan keakraban antar personalia sekolah</li>
<li>kemauan mengontrol pekerjaan sendiri</li>
<li>fasilitas untuk berkomunikasi.</li>
</ul>
<p><strong>Variebal kesuksesan sekolah :</strong></p>
<ul>
<li>Kinerja guru dan personalia sekolah lainnya</li>
<li>Kinerja para siswa</li>
<li>Perkembangan dan pertumbuhan para siswa</li>
<li>Peningkatan organisasi personalia sekolah</li>
<li>Presensi dan absensi staf</li>
<li>Absensi dan dropout siswa</li>
<li>Kualitas hubungan sekolah dengan masyarakat</li>
<li>Kualitas hubungan personalia sekolah.</li>
</ul>
<p><em>Selain itu konsep supervisi harus kontinu dan komprehensif.</em><br />
Artinya konsep supervisi mulai jenjang PAUD hingga sekolah menengah atas di suatu wilayah atau daerah tertentu berlangsung sama atau searah. Dengan bentuk dan isi supervisi yang tidak boleh berbeda. Kesamaan ini untuk menjamin kontinuitas kurikulum sekolah mulai dari PAUD hingga sekolah menengah atas selain itu memudahkan para peserta didik mengembangkan diri melalui kurikulum, juga memudahkan guru membina para peserta didik.
<p>
Selain itu komprehensivitas supervisi ditujukan pada personalia sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya hingga tenaga administrasi sekolah agar aktivitasnya dikoordinasi guna memperbaiki aspek-aspek belajar siswa sehingga semua perhatian personalia sekolah tertuju tepat pada pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan.
<p>
Supervisi komprehensif yang bergantung pada wilayah dan daerah tertentu, mengingat kondisi wilayah atau daerah di Indonesia yang beragam dan variatif maka perlu disesuaikan dengan kondisi setempat selain bergantung pada sifat desentralisasi daerah tertentu tersebut. Daerah yang lebih maju sangat mungkin membutuhkan penanganan pendidikan dari wilayah atau daerah yang masih berkembang.<br />
<blockquote><p><em>Kesimpulan akhir dari konsep variabel perantara ini bertujuan mewujudkan supervisi kontekstual yang bergantung dari kondisi wilayah atau daerah tertentu, bergantung dari perhatian personalia pendidikan setempat, bergantung pada karakteristik peserta didik di wilayah setempat sehingga diperoleh pendekatan komprehensif pula yakni :</em></p></blockquote>
<ol>
<li><strong>pendekatan humanisme di samping akuntabilitas</strong></li>
<li><strong>hubungan relasi yang harmonis</strong></li>
<li><strong>bersifat dinamis</strong></li>
<li><strong>menggunakan metode intelegensi praktis</strong></li>
<li><strong>mengedepankan variabel antara (layanan afeksi)</strong></li>
<li><strong>bersifat komprehensif dan menyesuaikan kondisi ketempatan.</strong></li>
</ol>
<p>Sumber : Made Pidarta, 2009, Supervisi Pendidikan Kontekstual.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2010/01/01/supervisi-kontekstual-variabel-antara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2703</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Epistemologi Filsafat Ilmu</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/28/epistemologi-filsafat-ilmu/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/28/epistemologi-filsafat-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 01:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologis]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat-ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu-pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/2009/12/28/epistemologi-filsafat-ilmu/</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu ilmu pengetahuan ? Apa beda ilmu dengan pengetahuan ? Karena ilmu pengetahuan melahirkan keyakinan filosofis yaitu yang disebut sebagai asumsi, postulat, aksioma. Filsafat ilmu adalah hal yang mendasari atau makna yang terkandung dalam sebuah ilmu. Pemahaman akan filsafat ilmu disebut epistemologis. Filsafat adalah suatu wacana atau argumentasi mengenai segala hal yang bersifat universal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu ilmu pengetahuan ? Apa beda ilmu dengan pengetahuan ?<br />
Karena ilmu pengetahuan melahirkan keyakinan filosofis yaitu yang disebut sebagai asumsi, postulat, aksioma. </p>
<p>Filsafat ilmu adalah hal yang mendasari atau makna yang terkandung dalam sebuah ilmu. Pemahaman akan filsafat ilmu disebut epistemologis.  Filsafat adalah suatu wacana atau argumentasi mengenai segala hal yang bersifat universal yang dilakukan secara reflektif hingga sampai pada akar masalah yaitu suatu konsekuensi radikal, terakhir, dan sistematis guna mencapai suatu hakikat permasalahan. </p>
<p>Bagian yang dibicarakan dalam filsafat ilmu mengenai ilmu pengetahuan dan kebenaran. Craig (2005) melihat epistemologi adalah inti dari permasalahan filsafat mengenai hakikat, sumber, batas-batas ilmu pengetahuan. Artinya bahwa pengetahuan adalah keyakinan akan kebenaran, tetapi bukan semata-mata keyakinan yang benar. Misalnya keyakinan yang benar berdasarkan terkaan, tidak termasuk pengetahuan.<br />
<span id="more-162"></span><br />
Bagian utama permasalahan filsafat adalah untuk mengetahui segala sesuatu yang ada, yaitu :<br />
1. Masalah logika formal yang mendasari wacana ilmu pengetahuan.<br />
2. Epistemologi mencari hubungan antara kebenaran dengan luasnya pengetahuan.<br />
3. Berbeda, sama, serta hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan<br />
4. Klasifikasi ilmu pengetahuan<br />
5. Masalah metodologi<br />
6. Kesatuan ilmu pengetahuan<br />
7. Pengembangan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Epistemologis merupakan proses menyusun pendapat mengenai sesuatu hal yang berhubungan dengan mengetahui, </p>
<p>pengetahuan, kepastian, atau kebenaran pengetahuan. </p>
<p>Sumber : Pengantar Filsafat, Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, Psi. PT. Refika Aditama, 2006. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/28/epistemologi-filsafat-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2545</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Administrasi dengan Manajemen</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/26/beda-administrasi-dengan-manajemen/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/26/beda-administrasi-dengan-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 12:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Administrasi berasal dari Bahasa Latin Administrare yang berarti membantu atau melayani. Dalam arti sempit sebagai keseluruhan pencatatan secara tertulis dan penyusunan sistematis dari keterangan-keterangan yang ada agar mempermudah memperoleh ikhtisar keterangan. Kegiatan dalam hal ini yaitu serangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap kerja sama. Dalam arti luas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Administrasi berasal dari Bahasa Latin Administrare yang berarti membantu atau melayani. Dalam arti sempit sebagai keseluruhan pencatatan secara tertulis dan penyusunan sistematis dari keterangan-keterangan yang ada agar mempermudah memperoleh ikhtisar keterangan. Kegiatan dalam hal ini yaitu serangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap kerja sama.<br />
Dalam arti luas, administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam rangka mencapaiu tujuan secara efektif dan efisien. Dengan tiga ciri pokok : </p>
<ol>
<li>Administrasi merupakan proses yang berarti terdiri atas serangkaian kegiatan, yang dimulai sejak adanya dua orang atau lebih bersepakat melakukan kerjsama dalam bidang tertentu. Dalam hal ini adalah bidang pendidikan mengelola sekolah dan segala aspek lainnya. </li>
<li>Terdapat dua orang atau lebih yang bekerja sama. </li>
<li>Setiap kerjasama dalam adminsitrasi dilakukan dalam rangka mencapai tujuan dan efisiensi. Tujuan itu ditetapkan sebelumnya berdasar kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang bekerja sama.</li>
</ol>
<p><span id="more-160"></span></p>
<p>Manajemen :<br />
proses pendayagunaan semua orang dan fasilitas. Hal ini agar proses kerjasama (dalam administrasi) dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien tentunya dengan melibatkan semua orang dan fasilitas.<br />
Manajemen merupakan kajian administrasi ditinjau dari segi prosesnya. Manajemen merupakan proses yang terdiri atas kegiatan-kegiatan dalam upaya mencapai tujuan kerja sama (administrasi) secara efisien. Gordon (1976) dalam Bafadal (2004:39) menyatakan bahwa manajemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/26/beda-administrasi-dengan-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2534</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Bahan-Bahan Kuliah</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/06/download-bahan-bahan-kuliah/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/06/download-bahan-bahan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 22:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[keguruan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengawas]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Berikut beberapa artikel menarik yang ada kaitannya dengan kegiatan perkuliahan kelas C di semester pertama tahun 2009/2010 ini : Artikel Prof. Dr. Ibrahim Bafadal tentang Supervisi Pendidikan Alamat Lain Artikel menarik tentang Kepala Sekolah Tulisan Guru Gelisah : Jabatan Kepala Sekolah Sebagai perbandingan bahan kajian terhadap Model Sekolah silakan klik link ini Sekolah Model]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut beberapa artikel menarik yang ada kaitannya dengan kegiatan perkuliahan kelas C di semester pertama tahun 2009/2010 ini : </p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/161251044/fd13fe63/vol-1-no-2-ibrahim-bafadal.html?s=1">Artikel Prof. Dr. Ibrahim Bafadal tentang Supervisi Pendidikan</a><br />
<a href="http://jurnaljpi.files.wordpress.com/2009/09/vol-1-no-2-ibrahim-bafadal.pdf">Alamat Lain</a><br />
<a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=103297004492&amp;topic=9871">Artikel menarik tentang Kepala Sekolah</a><br />
<a href="http://gurutisna.blogspot.com/2008/01/periodisasi-jabatan-kepala-sekolah-dan.html">Tulisan Guru Gelisah : Jabatan Kepala Sekolah</a></p>
<p>Sebagai perbandingan bahan kajian terhadap Model Sekolah silakan klik link ini <a href="http://www.sabilillahmalang.org/index1.php?kode=64">Sekolah Model</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/06/download-bahan-bahan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2370</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perilaku-perilaku dalam Supervisi Pendidikan</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/perilaku-perilaku-dalam-supervisi-pendidikan/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/perilaku-perilaku-dalam-supervisi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 11:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[dalam supervisi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[masalah guru]]></category>
		<category><![CDATA[masalah siswa]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku dalam supervisi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peserta didik]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Di setiap kegiatan proses pembelajara, guru sering menghadapi perilaku siswa yang bermasalah. Sebab-sebab siswa bermasalah : Masalah yang bersumber dari diri siswa. Bersumber dari pengaruh teman. Bersumber dari sekolah (tuntutan sekolah seperti membeli pakaian seragam, terlambat membayar uang sekolah, tuntutan  membeli buku, tagihan keuangan kepada siswa). Bersumber pada guru (cara guru mengajar yang tidak menyenangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di setiap kegiatan proses pembelajara, guru sering menghadapi perilaku siswa yang bermasalah.</p>
<p>Sebab-sebab siswa bermasalah :</p>
<ul>
<li>Masalah yang bersumber dari diri siswa.</li>
<li>Bersumber dari pengaruh teman.</li>
<li>Bersumber dari sekolah (tuntutan sekolah seperti membeli pakaian seragam, terlambat membayar uang sekolah, tuntutan  membeli buku, tagihan keuangan kepada siswa).</li>
<li>Bersumber pada guru (cara guru mengajar yang tidak menyenangkan menimbulkan penolakan siswa terhadap guru).</li>
<li>Sebab yang bersumber dari lingkungan sekitar siswa.</li>
<li>Bersumber dari masyarakat (kerusuhan, penjarahan, perkelahian antar siswa antar sekolah).</li>
</ul>
<p>Usaha-usaha mengatasi masalah yang dilakukan oleh supervisor :</p>
<ul>
<li>analisis terhadap sikap guru</li>
<li>analisis terhadap gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa</li>
<li>analisis lingkungan kelas</li>
<li>analisis kurikulum yang bersyarat dan padat</li>
<li>analisis sikap guru dalam cara mengajar</li>
</ul>
<p>Masalah-masalah khusus yang dihadapi guru :</p>
<ul>
<li>kesulitan mengajar mata pelajaran yang diampunya.</li>
<li>masalah pribadi yang berpengaruh pada semangat kerja. (diperlukan ketenangan kerja)</li>
<li>masalah yang terjadi pada tiap jenjang pendidikan seperti PAUD (TK), SD, SMP, SMA,</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/perilaku-perilaku-dalam-supervisi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2956</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keterampilan Supervisor</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/keterampilan-supervisor/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/keterampilan-supervisor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 11:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[dasar-dasar supervisi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kepala sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[magister]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengawas]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Keterampilan dasar seorang supervisor menurut Kimball Wiles, 1955) dalam Piet Sahertian (2008:18) keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan. Keterampilan dalam proses kelompok. Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan. Keterampilan dan mengatur personalia sekolah. Keterampilan dalam evaluasi. Dalam Supervision for Today&#8217;s School oleh Peter F. Oliva (1984) mengutip pendapat Haris, bahwa supervisi pengajaran adalah segala sesuatu usaha yang dilakukan personel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keterampilan dasar seorang supervisor <img src='http://kelascmpd.blog.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> menurut Kimball Wiles, 1955) dalam Piet Sahertian (2008:18)</p>
<ol>
<li>keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan.</li>
<li>Keterampilan dalam proses kelompok.</li>
<li>Keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan.</li>
<li>Keterampilan dan mengatur personalia sekolah.</li>
<li>Keterampilan dalam evaluasi.</li>
</ol>
<p><span id="more-146"></span></p>
<p>Dalam Supervision for Today&#8217;s School oleh Peter F. Oliva (1984) mengutip pendapat Haris, bahwa supervisi pengajaran adalah segala sesuatu usaha yang dilakukan personel pendidikan untuk memelihara atau mengubah yang dilakukan sekolah dengan cara langsung mempengaruhi proses belajar mengajar dalam usaha meningkatkan proses belajar siswa.</p>
<p>Alfonso RJ (1981) dalam Peter Oliva (1984) menyatakan, supervisi pengajaran adalah tindak laku pejabat yang dirancang oleh lembaga yang berpengaruh langsung terhadap perilaku guru dalam berbagai cara untuk membantu cara belajar siswa sekaligus mencapai tujuan lembaga tersebut.</p>
<p>Kimbal Willes menjelaskan bahwa supervisi pengajaran sebagai sistem tingkah laku formal yang dipersiapkan sebuah lembaga untuk mencapai interaksi dengan sistem perilaku mengajar dengan cara memelihara, mengubah, dan memperbaiki rencana serta aktualisasi kesempatan belajar siswa. Maka supervisi pengajaran berpusat pada :</p>
<ul>
<li>perilaku supervisor</li>
<li>membantu guru-guru</li>
<li>mengangkat harapan belajar peserta didik</li>
</ul>
<p>Maka disimpulkan bahwa supervisi adalah usaha layanan atau bantuan kepada guru-guru secara individual maupun kolektif untuk memperbaiki pengajaran.</p>
<p>Menurut Peter Oliva, sasaran supervisi pendidikan adalah :</p>
<ol>
<li>Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolah.</li>
<li>Meningkatkan proses belajar-mengajar.</li>
<li>Mengembangkan seluruh staf (pendidik dan tenaga kependidikan) di sekolah.</li>
</ol>
<p>Prinsip Supervisi pendidikan :</p>
<ol>
<li>prinsip ilmiah</li>
<li>prinsip demokratis</li>
<li>prinsip kerjasama</li>
<li>prinsip konstruktif dan kreatif</li>
</ol>
<p>Fungsi supervisi pendidikan menurut Swearingen dalam Supervision of Instruction (foundation and dimension) tahun 1961 adalah :</p>
<ol>
<li>Mengkoordinasi semua usaha sekolah.</li>
<li>Melengkapi kepemimpinan sekolah.</li>
<li>Memperluas pengalaman guru-guru.</li>
<li>Menstimulasi usaha-usaha kreatif.</li>
<li>Memberi fasilitas dan penilaian terus-menerus.</li>
<li>Menganalisis situasi belajar mengajar.</li>
<li>Memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi setiap staf sekolah.</li>
<li>Memberi wawasan dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.</li>
</ol>
<p>Peter Oliva (1976) menyatakan seorang supervisor dapat berperan sebagai : koordinator, konsultan, pemimpin kelompok, dan evaluator.</p>
<p>Bantuan yang diberikan oleh supervisor dalam meningkatkan kemampuan guru adalah :</p>
<ol>
<li>Merancang program belajar mengajar.</li>
<li>Melaksanakan proses belajar mengajar.</li>
<li>Menilai proses dan hasil belajar.</li>
<li>Mengembangkan manajemen kelas.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/keterampilan-supervisor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3465</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Supervisi Pendidikan</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/konsep-supervisi-pendidikan/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/konsep-supervisi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 11:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[bahan]]></category>
		<category><![CDATA[dasar]]></category>
		<category><![CDATA[dasar-supervisi-pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[kelascmpd]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[magister]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[MPd]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[supervisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Secara tradisional konsep supervisi adalah pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan menemukan kesalahn dengan tujuan untuk diperbaiki. Supervisi dengan konsep ini dsebut snooper vision atau tugas memata-matai untuk menemukan kesalahan. Konsep supervisi ini membuat guru-guru menjadi takut dan enggan menolak kerja sama karena dianggap dapat dipersalahkan. Berkembanglah konsep supervisi ilmiah, yaitu : Sistematis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara tradisional konsep supervisi adalah pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan menemukan kesalahn dengan tujuan untuk diperbaiki. Supervisi dengan konsep ini dsebut <strong><em>snooper vision </em></strong>atau tugas memata-matai untuk menemukan kesalahan. Konsep supervisi ini membuat guru-guru menjadi takut dan enggan menolak kerja sama karena dianggap dapat dipersalahkan.</p>
<p>Berkembanglah konsep supervisi ilmiah, yaitu :</p>
<ol>
<li>Sistematis (dilaksanakan secara teratur, berencana, dan terus-menerus).</li>
<li>Obyektif (data yang didapat berdasarkan observasi nyata bukan berdasarkan tafsiran pribadi yang bersifat subyektif).</li>
<li>Menggunakan instrumen pencatat yang reliabel untuk memberikan informasi sebagai umpan baol atas penilaian terhadap proses pembelajaran di kelas.</li>
</ol>
<p>Menurut Adams dan Dickey (1959) dalam Basic Principle of Supervision, supervisi adalah program berencana untuk memperbaiki pengajaran yang pada hakikatnya adalah perbaikan belajar dan mengajar.</p>
<p>Dalam Dictionary of Education oleh Good Carter (1959) pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru maupun petugas-petugas lain untuk memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, metode dan evaluasi pengajaran yang demokratis.</p>
<p>Menurut Boardman (1953), supervisi adalah usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah secara individual maupun secara kolektif agar dicapai fungsi pengajaran secara lebih paham dan efektif. Dengan demikian guru-guru dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan peserta didik secara kontinu dan lebih kompeten berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.</p>
<p><span id="more-144"></span></p>
<p>Mc Nerney (1951) mengatakan, supervisi sebagai suatu prosedur memberi arah dan mengadakan penilaian kritis terhadap proses pengajaran. Menurut Burton dan Bruckner (1955), supervisi dari segi perubahan sosial berpengaruh terhadap peserta didik sebagai teknik pelayanan dengan tujuan utama mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.<br />
Kimball Wiles mengatakan, bahwa supervisi adalah bantuan untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yang lebih baik. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/12/01/konsep-supervisi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2730</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Kepemimpinan</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/27/kepemimpinan/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/27/kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[resume]]></category>
		<category><![CDATA[kepala dinas]]></category>
		<category><![CDATA[kepala sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kepala SKPD]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengawas]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Para pemimpin memobilisasi orang lain agar mau mengerjakan hal-hal luar biasa dalam organisasi. Praktik-praktik yang biasanya digunakan para pemimpin untuk mentransformasikan nilai-nilai menjadi tindakan, visi menjadi realitas, rintangan menjadi inovasi, perbedaan menjadi solidaritas, dan risiko menjadi penghargaan. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menciptakan suasana baru dimana orang-orang mengubah peluang yang menantang menjadi sebuah keberhasilan yang luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para pemimpin memobilisasi orang lain agar mau mengerjakan hal-hal luar biasa dalam organisasi. Praktik-praktik yang biasanya digunakan para pemimpin untuk mentransformasikan nilai-nilai menjadi tindakan, visi menjadi realitas, rintangan menjadi inovasi, perbedaan menjadi solidaritas, dan risiko menjadi penghargaan. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menciptakan suasana baru dimana orang-orang mengubah peluang yang menantang menjadi sebuah keberhasilan yang luar biasa.</p>
<p><span id="more-140"></span><br />
Menjadi seorang pemimpin akhir-akhir ini memiliki implikasi dalam praktiknya.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang mempengaruhi praktik kepemimpinan itu :</p>
<ol>
<li><strong><em>Ketidakpastian masa, </em></strong>saat ini masa semakin berkembang dan berubah. Masa sekarang cenderung berubah menjadi kekacauan.</li>
<li><strong><em>Dahulukan sesama, </em></strong>menempatkan keluarga sebagai pendorong nomor satu dalam pekerjaan adalah nasehat yang &#8220;sempurna&#8221; di masa sekarang. Namun jika ditempatkan sebagai bagian organisasi, tanpa kompetensi hal tersebut tentulah dinamakan KKN (kolusi korupsi dan nepotisme). Tetapi konteks yang lain mengarahkan bahwa staf atau bawahan dapat menjadi tenaga kolaboratif yang potensial jika mereka dianggap seperti sebuah keluarga besar sehingga akan memicu bertambah besar rasa kasih sayang terhadap organisasi atau kesatuan.</li>
<li><strong><em>Manusia menjadi semakin terkait satu sama lainnya</em></strong>, sekitar beberapa tahun lalu kita sudah mendapatkan teknologi informasi telah menyatukan kita ke dalam rangkaian keterkaitan secara global. Teknologi nirkabel mampu menciutkan alat komunikasi menjadi seukuran telepon selular yang lebih kompak dan efisien. Internet telah dieksploitasi sedemikian rupa sehingga benar-benar hampir tidak ada jarak dan waktu yang mencegah hubungan komunikasi antar manusia. Setiap saat setiap orang bisa terkoneksi dengan facebook, e-mail, VoIP, yang sudah tidak memiliki protokol yang ketat. Dimana era telepon, faksimili, radio panggil, pager sudah sedikit demi sedikit bahkan telah ditinggalkan <em>homo tekno </em>ini<em>.</em></li>
<li><em><strong>Modal Sosial</strong>, </em>pengetahuan telah menggantikan tanah dan modal finansial sebagai sumber ekonomi baru.<em> </em>Namun modal sosial baru adalah modal baru untuk membuat organisasi mampu berkompetisi di tengah pertumbuhan organisasi yang ketat baik yang bekerja di sektor riil dan sektor nirlaba. Modal sosial adalah nilai kolektif individualis yang saling mengenal dan mengetahui hal-hal yang mereka lakukan untuk sesamanya seperti sebuah social networking (jejaring sosial) antar manusia. Pemimpin yang tepat adalah mereka yang telah memosisikan dirinya berada di antara jejaring sosial ini dan jejaring komunikasi.</li>
<li><strong><em>Perekonomian global</em></strong>, koneksi dan modal sosial telah menjangkau di atas limit sebuah negara. Jaringan itu saat ini telah menjadi jaringan global. Tidak hanya aliran informasi yang mengalir deras, tetapi juga aliran finansial. Hal ini menciptakan semacam ketidakstabilan pada poros dunia. Pengaruh pasar di suatu negara dapat berpengaruh pula pada pasar di negara lain. Diperlukan Seorang pemimpin  yang mampu menyatukan pengikut yang beragam dan terpisah karena jarak.</li>
<li><strong><em>Kecepatan</em></strong>, dampak langsung dari teknologi global adalah meningkatkan arus deras informasi dan modal dari dan ke setiap negara dan menjadikan jejaring ini sebuah jalan raya super dalam jejaring sosialitas. Secara tidak langsung kecepatan menciptakan budaya serba buru-buru, munculnya gerai-gerai makanan cepat saji, tumbuhnya industri makanan instan, tumbuhnya anjungan tunai mandiri merupakan sebagian kecil jawaban atas budaya serba cepat ini. Pemimpin organisasi harus dapat menyeimbangkan kepentingan responsif terhadap lembaga yang sama pentingnya juga kepada keluarga. Tergantung kualitas waktu yang diberikan pemimpin kepada masing-masing pihak yang terkait kepadanya.</li>
<li><em><strong>Tenaga kerja yang mengalami perubahan</strong></em>, organisasi-organisasi profit pada umumnya mendefinisikan kembali kontrak sosial dengan anggota-anggotanya, para peserta didik diajarkan untuk menjadi siap dan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan perubahan karir secara kontinu dalam hidup mereka. Keragaman etnis, gender, generasi, gaya hidup memberikan bayangan awal akan perubahan yang lebih besar di milenium selanjutnya. Keragaman masyarakat di atas memberikan tenaga kerja yang heterogen, tenaga kerja yang heterogen menimbulkan berbagai macam permintaan dan pendekatan yang cocok dengan mereka. Seorang pemimpin masa kini memerlukan keunikan untuk menyatukan individu-individu tersebut, selain menciptakan kesatuan dari keberagaman tadi. keunikan individu adalah aset untuk organisasi yang seyogianya dapat dikelola sebagai sebuah potensi dari suatu organisasi.</li>
<li><strong><em>Pencarian arti yang semakin intensif</em></strong>, saat ini semakin banyak generasi tua yang terus mencari perubahan konsepsi dan falsafah dalam menjalankan organisasi. Hal tersebut sulit diterima generasi muda yang menyatakan bahwa diri merekalah yang cocok untuk memimpin dunia saat ini. Karena di tangan merekalah perubahan itu terjadi, namun para generasi tua bukannya menyerah tetapi semakin intensif mencari makna dan nilai-nilai yang mendalam dalam kehidupan sekarang ini yang kemudian diterapkan sebagai nilai-nilai organisasi dan lembaga. Nilai-nilai itu berupa nilai spiritualitas, keimanan, ketaqwaan dan akhir-akhir ini menjadi tren sebagai bagian moralitas organisasi. Masyarakat semakin peduli dengan warisan leluhur ini, meski belum sepenuhnya menerima nilai-nilai tersebut sebagaimana masyarakat pendahulu terutama dalam menghadapi krisis-krisis yang belakangan menerpa kehidupan sosial. Keinginan untuk menggapai nilai-nilai tersebut jauh lebih dalam dan jauh lebih pekat mendorong pemimpin untuk membuat situasi atmosfer tersebut ke dalam dunia organisasi dan lingkungannya dengan tujuan menyatukan jiwa-jiwa para staf dan bawahan untuk bekerja berdasarkan nilai-nilai moral tersebut. Tantangannya, para pemimpin dapat memadukan dan menyeimbangkan sisi spiritual kehidupan para staf dengan tujuan organisasi yang sekuler, pemimpin dapat menunjukkan rasa hormatnya untuk segala bentuk keyakinan para staf dengan tidak menjadi pihak yang mendikte apa yang terbaik bagi seseorang, serta menawarkan lebih banyak harapan baik di tengah situasi dunia yang semakin sinis dan sarkastik ini.</li>
</ol>
<p>Disarikan dari Leadership Challenge oleh Kouzes dan Posner. Penerbit Erlangga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/27/kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1339</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan</title>
		<link>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/20/pengetahuan/</link>
		<comments>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/20/pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 23:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ketua kelas</dc:creator>
				<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat-ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[makalah]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelascmpd.blog.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[bagian dari Makalah Filsafat Ilmu Kelompok 5 Definisi Pengetahuan Secara etimologis pengetahuan berasal dari kata Knowledge. Dalam encyclopedia of philosohpy, Paul Edwards menuliskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Secara terminologis pengetahuan didefisinisikan sebagai berikut : Menurut Drs. Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagian dari Makalah Filsafat Ilmu Kelompok 5 </p>
<p>Definisi Pengetahuan </p>
<p>Secara etimologis pengetahuan berasal dari kata Knowledge. Dalam encyclopedia of philosohpy, Paul Edwards menuliskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (<em>knowledge is justified true belief</em>).<br />
Secara terminologis pengetahuan didefisinisikan sebagai berikut :</p>
<p>Menurut Drs. Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu adalah hasil dari kenal, sadar dan insyaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan adalah semua milik atau isi pikiran. Maka pengetahuan merupakan hasil proses usaha manusia untuk tahu. </p>
<p>Menurut Kamus Filsafat dijelaskan bahwa, pengetahuan (<em>knowledge</em>) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadaran sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui adalah (subyek) memiliki yang diketahui di dalam dirinya sendiri dengan aktif (obyek) sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif (Loren Bagus). </p>
<p>Pengetahuan dalam arti luas berarti semua kehadiran internasional obyek dan subyek. Dalam arti sempit, yang berbeda dengan imajinasi atau pemikiran, pengetahuan berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran, kepastian). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelascmpd.blog.com/2009/11/20/pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1544</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

